Festival Film Indonesia Punya Komite Tetap Hingga 2020

Jakarta: Badan Perfilman Indonesia (BPI) memenuhi janjinya tahun lalu untuk membentuk komite tetap penyelenggara Festival Film Indonesia (FFI). Komite ini dipimpin Lukman Sardi dan akan bekerja selama tiga tahun hingga 2020.

Bersama Lukman Sardi, ada Catherine Keng sebagai sekretaris, Edwin Nazir untuk urusan keuangan dan pengembangan usaha, Lasja F Susatyo untuk urusan program, Nia Dinata untuk urusan penjurian, dan Coki Singgih untuk urusan komunikasi.

Komite FFI melengkapi dan bekerja sama dengan entitas terkait perfilman yang sudah berjalan, seperti Pusat Pengembangan Perfilman (Pusbangfilm), Badan Ekonomi Kreatif (BEKraf), Lembaga Sensor Perfilman (LSF), BPI, Akatara, Komisi Film Daerah (KFD), asosiasi profesi, lembaga pendidikan, komunitas, bioskop, media, serta komite sertifikasi profesi LSP Kreator Film.

“Buat saya, kami semua, ini terobosan baik karena kalau bicara festival, tentu kita omong kualitas. Kalau soal kualitas, tentu ada program berkesinambungan,” kata Lukman dalam konferensi pers dan peluncuran FFI 2018 di XXI Metropole Menteng, Senin, 1 Oktober.

Menurut Lukman, FFI tidak hanya menjadi ajang penghargaan Piala Citra, tetapi juga merangkum serangkaian acara. Enam program lain yang telah diumumkan adalah kanonisasi film Indonesia, pelatihan tingkat ahli bagi nomine, pembiayaan perfilman, kolaborasi komunitas, dukungan akses penjualan hak edar film, serta literasi dan apresiasi publik. 

Komite FFI telah terbentuk dan bekerja sejak Maret 2018. Tim penjurian sedang menyusun daftar film layak nominasi serta sistem pemilihan, yang akan dikirim ke asosiasi dan organisasi film dengan hak pilih.

Daftar nomine akan diumumkan pada awal November 2018. Pada malam itu, FFI juga berencana menggelar Malam Apresiasi bagi pekerja film dengan capaian penting dalam perfilman Indonesia. Malam Anugerah akan digelar di Jakarta pada Desember.

(ASA)